Bersediakah Kita?

>> Friday, November 6, 2009



Demi Allah, seandainya jenazah yang sedang tuan-tuan tangisi boleh berbicara sekejab, lalu menceritakan ( pengalaman sakaratul mautnya) pada tuan-tuan, nescaya tuan-tuan akan melupakan jenazah tersebut, dan mulai menangisi diri tuan-tuan sendiri”. (Imam Ghazali mengutip atsar Al-Hasan).

Datangnya Kematian Menurut Al Qur’an :

1. Kematian bersifat memaksa dan siap menghampiri manusia walaupun kita berusaha menghindarkan risiko-risiko kematian.

Katakanlah: " Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu ke luar (juga) ke tempat mereka terbunuh”. Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati". (QS Ali Imran, 3:154)

2. Kematian akan mengejar siapapun meskipun ia berlindung di balik benteng yang kukuh atau berlindung di sebalik teknologi kedoktoran yang canggih serta ratusan doktor terbaik yang ada di muka bumi ini.

Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, meskipun pun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kukuh, dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan: “Ini adalah dari sisi Allah”, dan kalau mereka ditimpa sesuatu bencana mereka mengatakan: “Ini (datangnya) dari sisi kamu (Muhammad)”. Katakanlah: “Semuanya (datang) dari sisi Allah”. Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikit pun? (QS An-Nisa 4:7 8)

3. Kematian akan mengejar siapapun walaupun ia lari menghindar.

Katakanlah: " Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan ". (QS al-Jumu’ah, 62: 8)

4. Kematian
datang secara tiba-tiba.

" Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal ". (QS, Luqman 31:34)

5. Kematian telah ditentukan waktunya, tidak dapat ditunda atau dipercepat;

" Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan ". (QS, Al-Munafiqun, 63:11)

Dahsyatnya Rasa Sakit Saat Sakaratul Maut

Sabda Rasulullah SAW : " Sakaratul maut itu sakitnya sama dengan tusukan tiga ratus pedang ". (HR Tirmidzi)

Sabda Rasulullah SAW : " Kematian yang paling ringan ibarat sebatang pohon penuh duri yang menucuk di selembar kain sutera. Apakah batang pohon duri itu dapat diambil tanpa membawa serta bahagian kain sutera yang terobek ?" (HR Bukhari)

Pendapat para sahabat Rasulullah SAW .

Ka’b al-Ahbar r.a berpendapat : " Sakaratul maut ibarat sebatang pohon berduri yang dimasukkan kedalam perut seseorang. Lalu, seorang lelaki menariknya dengan sekuat-kuatnya sehingga ranting itu pun membawa semua bahagian tubuh yang menyangkut padanya dan meninggalkan yang tersisa itu ".

Imam Ghazali rah, berpendapat : " Rasa sakit yang dirasakan selama sakaratul maut meruntum jiwa dan menyebar ke seluruh anggota tubuh sehingga bahagian orang yang sedang sekarat merasakan dirinya ditarik-tarik dan dicerai-ceraikan dari setiap urat nadi, urat syaraf, persendian, dari setiap akar rambut dan kulit kepala hingga kaki ".

Imam Ghazali rah juga mengambil satu riwayat ketika sekelompok Bani Israil yang sedang melewati sebuah pekuburan berdoa pada Allah SWT agar Ia menghidupkan satu mayat dari pekuburan itu sehingga mereka boleh mengetahui gambaran sakaratul maut. Dengan izin Allah melalui suatu cara tiba-tiba mereka dihadapkan pada seorang wanita yang muncul dari salah satu kuburan. “Wahai manusia !”, kata wanita tersebut. “Apa yang kalian kehendaki dariku? Limapuluh tahun yang lalu aku mengalami kematian, namun hingga kini rasa perih bekas sakaratul maut itu belum juga hilang dariku.”

Proses sakaratul maut bisa memakan waktu yang berbeza untuk setiap orang, dan tidak dapat dihitung dalam ukuran masa seperti hitungan waktu dunia ketika kita menyaksikan detik-detik terakhir kematian seseorang.

Rasa sakit sakaratul maut akan di alami setiap manusia, dengan berbagai macam tingkatan rasa sakit, ini tidak berkait dengan tingkatan keimanan atau kezaliman seseorang selama ia hidup. Sebuah riwayat bahkan mengatakan bahwa rasa sakit sakaratul maut merupakan suatu proses pengurangan kadar siksaan akhirat kita kelak.

Demikianlah perancangan Allah. Wallahu a’lam bis shawab.

Sakaratul Maut Orang-orang Zalim

Imam Ghazali mengambil satu riwayat yang menceritakan tentang keinginan Ibrahim as untuk melihat wajah Malaikatul Maut ketika mencabut nyawa orang zalim. Allah SWT pun memperlihatkan gambaran rupa Malaikatul Maut sebagai seorang lelaki bertubuh besar berkulit gelap, rambut menegak, berbau busuk, memiliki dua mata, satu didepan satu dibelakang, mengenakan pakaian serba hitam, sangat menakutkan, dari mulutnya keluar jilatan api, ketika melihatnya Ibrahim as pun pengsan tidak sadarkan diri. Setelah sedar Ibrahim as pun berkata bahawa dengan memandang wajah Malaikatul Maut rasanya sudah cukup bagi seorang pelaku kejahatan untuk menerima ganjaran hukuman kejahatannya, padahal hukuman akhirat Allah jauh lebih dahsyat dari semua itu.

Di akhir sakaratul maut, seorang manusia akan diperlihatkan padanya wajah dua Malaikat Pencatat Amal. Kepada orang zalim, si malaikat akan berkata, “Semoga Allah tidak memberimu balasan yang baik, engkaulah yang membuat kami terpaksa hadir ke tengah-tengah perbuatan kejimu, dan membuat kami hadir menyaksikan perbuatan burukmu, memaksa kami mendengar ucapan-ucapan burukmu. Semoga Allah tidak memberimu balasan yang baik ! “ Ketika itulah orang itu menatap lesu ke arah kedua malaikat itu.

Ketika sakaratul maut hampir selesai, dimana tenaga mereka telah hilang dan roh mulai merayap keluar dari jasad mereka, maka tibalah saatnya Malaikatul Maut mengabarkan padanya rumahnya kelak di akhirat. Rasulullah SAW pernah bersabda, “Tak seorangpun diantara kalian yang akan meninggalkan dunia ini kecuali telah diberikan tempat kembalinya dan diperlihatkan padanya tempatnya di surga atau di neraka”.

Dan inilah ucapan malaikat ketika menunjukkan rumah akhirat seorang zalim di neraka, “Wahai musuh Allah, itulah rumahmu kelak, bersiaplah engkau merasakan seksa neraka”. Naudzu bila min dzalik!

Sakaratul Maut Orang-orang Yang Bertaqwa

Sebaliknya Imam Ghazali mengatakan bahawa orang beriman akan melihat rupa Malaikatul Maut sebagai pemuda yang tampan, berpakaian indah dan menyebarkan wangi yang sangat harum.

Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa: “Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?” Mereka menjawab: “(Allah telah menurunkan) kebaikan”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa, (yaitu) surga Adn yang mereka masuk ke dalamnya, mengalir di bawahnya sungai-sungai, di dalam surga itu mereka mendapat segala apa yang mereka kehendaki. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bertakwa. (yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): “Assalamu alaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan "
. (QS, An-Nahl, 16 : 30-31-32)

Dan saat terakhir sakaratul mautnya, malaikatpun akan menunjukkan surga yang akan menjadi rumahnya kelak di akhirat, dan berkata padanya, “Bergembiaralah, wahai sahabat Allah, itulah rumahmu kelak, bergembiralah dalam masa-masa menunggumu”.

Semoga Allah memberikan taufik untuk kita amal dan sampaikan.....insaAllah bersambung.......

Read more...

Mujahadahnya Musim Sejuk

>> Wednesday, November 4, 2009


Salam …

Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Yang menguasai hari pembalasan

Meniti hari-hari yang menjelma semakin hari semakin sejuk. Beginilah kehidupan kita sebagai hambanya, sentiasalah bersyukur atas kurnianNya. Allah sentiasa menyempurnakan pada hamba kenikmatan dunia jka hambanya bersyukur. Begitulah kesempurnaan sifat Pencipta untuk hamba-hambanya yang bersyukur.



Ada pun permulaa musim sejuk, sejuknya tidaklah sampai tahap negetif.. tapi sejuknya dapat dirasai sehingga dalam tulang .... terutama ketika tersentuh air...hanya Allah sahaja yang tahu, kemuncak musim sejuk biasanya pada bulan 1 and 2 … dan sekarang, awal permulaan musim sejuk...



Berada di musim sejuk sememangnya memerlukan mujahadah yang lebih berbanding waktu musim yang lain..mujahadahnya bila hendak bangun subuh, hendak pergi kuliah..ooo, itulah mujahadahnya. Tapi kita sebagai hambanya tidak boleh mengikut hawa nafsu dan godaan syaitan, kita mestilah bersedia untuk berkorban untuk mendapat kenikmatan akhirat kelak.


Azan subuh berkumandang.. ...katil tetap memangil, sarutoga setia menanti..bagunlah wahai anak Adam, ambillah, wudhu’ kembalilah pada fitrah kewujudan asalmu,



Firman Allah:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَاْلإِنْسَ إِلاَّ لِيَعْبُدُوْنِ


Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.”


..walaupun diluar sana bagaikan ice yang sedang membeku..pergilah ke rumah Allah..sebaik-baik rumah yang menjadikan kita satu jemaah, satu fikrah yang tidak dapat dipisahkan mahupun dileraikan..



Ini hanyalah setitis dugaan, maralah kehadapan, nescaya bergunung-gunung cabaran yang akan menantimu dihadapan… rasailah kemanisannya selepas mu beramal..Itulah sebaik-baik kemanisan beramal, bagi yang ikhlas beramal..

Sama-samalah bermujahadah dalam beramal pada musim sejuk yang mendatang.....Ikhlaskanlah niat...


....Amin...

Read more...

Ya Allah...

>> Thursday, October 29, 2009


"Ya Allah Ya Rahman Ya Rahim...
Kau ampunilah dosa ku yg telah ku lakukan
Kau limpahkanlah aku dengan kesabaran yg tiada terbatas
Kau berikanlah aku kekuatan mental dan fizikal
Kau kurniakanlah aku dengan sifat keredhaan
Kau peliharalah lidahku dari kata-kata dusta
Kau kuatkanlah semangatku menempuhi segala cabaranMu
Kau berikanlah aku sifat kasih sesama insan

Ya Allah...
Kurniakanlah aku sifat kasih dan redha atas segala perbuatanku
Limpahkanlah aku dengan sifat tunduk dan tawaduk di atas DuniaMu ini
Peliharalah tingkah laku serta kata-kataku dari menyakiti
perasaan sahabat-sahabat seperjuaganku..
Berilah aku kesabaran untuk menghadapi segala kerenah dan ragam hidup didunia yang penuh cabaran....

Ya Allah...
Tunjukkanlan aku jalan yg terbaik untuk aku harungi segala dugaanMu...

Ya Allah....
Kau yang Maha Mengetahui apa yang terbaik untukku....
Kau juga yang Maha Mengampuni segala kesilapan dan
keterlanjuranku.....

Ya Allah...
Sekiranya aku tersilap berbuat keputusan Bimbinglah aku ke jalan
yang Engkau redhai... Sekiranya aku lalai dalam tanggungjawabku sebagai
hambaMu.. Kau hukumlah aku didunia tetapi bukan diakhiratMu...
Sekiranya aku engkar dan derhaka
Berikanlah aku petunjuk kearah rahmatMu...



Ya Allah sesungguhnya
Aku lemah tanpa petunjukMu...
Aku buta tanpa bimbinganMu...
Aku cacat tanpa hidayahMu...
Aku hina tanpa RahmatMu...

Ya Allah....
Kuatkan hati dan semangatku...
Tabahkan aku menghadapi segala cubaanMu...
Jadikanlah aku hamba yang disenangi...
Bukakanlah hatiku untuk menghayati agamaMu...
Bimbinglah aku menjadi hamba yang Soleh...
Hanya padaMu Ya Allah ku pohon segala harapan...
Kerana aku pasrah dengan dugaanMu...
Kerana aku sedar hinanya aku...
Kerana aku insan lemah yg kerap keliru...
Kerana aku leka dengan keindahan duniamu...
Kerana kurang kesabaran ku menghadapi cabaranMu...
Kerana pendek akal ku mengharungi ujianMu...

Ya Allah Ya Tuhanku...
Aku hanya ingin menjadi hamba yang dirahmati
hamba yang dikasihi
hamba yang soleh
hamba yang sentiasa dihatiku dekat padaMu...

Amin, amin Ya Rabbal Allamin.."

Read more...

Lamat Hari Lahir

>> Tuesday, October 27, 2009


Assalamualaikum....

Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyanyang.....

Alhamdulillha...post kali aku ingin tujukan khas pada sahabat.....yang tidak tercinta heeee..... sahabat aku nei, bagaikan sahabat sejati lah...huuu. Pepatah ada mengatakan " Air yang di cincang tidak akan putus " Begitulah ibarat aku dengan sahabat aku nei....heee..

Hari ini genaplah 22 tahun umur sahabatku, nama ringkas ya.. "Pa "...aku pun sebenarnya kurang pasti tarikh yang tepat, yang pastinya bulan nei lah ...tapi buat2 ingatlah..takut terasa la pulak hati member nei hee.. InshaAllah akan ingat yang akan datang,...heeee

Aku disini hanya ingin mengucapkan selamat lahir...tu jelah...satu lagi.. dan seterusnya...Semoga panjang umur dan dimurahkan rezeki. Semoga menjadi anak yang soleh bukan koleh. Semoga sentiasa berada dalam keadaan sihat sejahtera. Semoga menjadi hamba yang kasih pada Ilahi.

Semoga menjadi sahabat yang sejati. Semoga menjadi sahabat yang sangat disayangi oleh semua dan bukan dibenci..huuu. . Semoga hidup sentiasa diberkati dan dirahmati oleh Allah. Semoga berjaya dalam bidang yang diceburi. Semoga berjaya dalam hidup di dunia dan di akhirat. Semoga sentiasa di bawah lambayan Allah s.w.t . Amin.”

Read more...

Ukhwah Dengan bola

>> Saturday, October 24, 2009

Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyanyang.....

Selautan Kesyukuran buat Allah, tuhan seluruh alam..Dialah satu-satunya penganugerahan inspirasi diri. Pemberi nikmat bagi insan yang bersyukur. Pengurnia imbalan bagi hamba yang bertaqwa yang tekal berpegang dan beramal dengan syariat.

Ukhuwah adalah anugerah tiada terhingga yang Allah berikan kepada hamba-hamba-Nya.
Dr. Abdullah Nasih Ulwan mengatakan “ Ukhuwah merupakan kekuatan iman yang melahirkan perasaan kasih sayang yang mendalam, cinta, penghormatan dan rasa saling tsiqah ( baca; saling percaya), terhadap seluruh insan yang memiliki ikatan aqidah Islamiyah yang sama dan juga yang memiliki cahaya keimanan dan ketaqwaan...“




Hari demi hari.....oooo.. Pagi yang begitu mengodai jiwa untuk terus melelap mata yang masih dahagakan...suapan tidur.. aku tidak mudah ternodai akan pangilan itu....kerana sahabat, ukhwah aku gagah jasad ini... hendak menolak pelawaan sahabat, takut tersinggun hati la pulak....kira mudah la...aku setuju je..


Nak thu ke mana?itu yang aku nak beritahu nei..
kawan aku nei mengajak aku untuk bermain bola....hendak kata aku pandai, tak la jugak...bolehla sekadar cristiano ronaldo , messi...huuuu...

~ otai-otai dimesir ~

Tujuan bermain bukanlah untuk berlawan untuk mendapat piala, tapi sekadar...meraikan...otai-otai yang dah lama tinggal di mesir bagi merapatkan lagi ukhwah diantara kami. Dia orang pun dah nak pulang....maklumlah sudah lama megembara mencari ilmu yang hakiki. Munkin sudah sempurna ilmu dicari...

Firman Allah yang bermaksud:
“Sesungguhnya orang-orang mu’min itu bersaudara kerena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah SWT supaya kamu mendapat rahmat.”
(Al-Hujurat : 10)

Sabda Rasulullah SAW :

Tidak seorang muslim memutuskan silaturrahmi dengan saudara muslimnya lebih dari tiga malam yang masing-masingnya saling membuang muka bila berjumpa. Yang terbaik diantara mereka adalah yang memulai mengucapkan salam kepada yang lain.(H.R. Bukhari dan Muslim).

Mereka semua nei bagaikan permata buat kami, banyak mengajar kami selok belok kehidupan di sini yang begitu mencabar.....bagi aku, kehidupan dimesir nei sangatlah mencabar, jika mereka pergi, hati kami semua bagaikan...di perah asam limau..heee.. tidak sedih pun..tapi buat-buat sedihla..heee. Kalau buat air limau nipis sedap jugak....huuu..


Ada dikalangan mereka semua, sudah sepuluh tahun tinggal di mesir...ish-ish sememangnya hebat laaa, memang otailah.....ada juga lapan tahun, lima tahun dan seterusnyalah...bagi diriku tidak selama itu..aku berharap dengan adanya perlawanan bola seperti ini, ianya dapat lagi mengukuhkan silaturrahim bukanlah di mesir sahaja, tapi di malaysia pun uhkwah ini tetap terjalin....

ukhwah disemai

Aku sentiasa mendoakan kebaikan untuk semua....sampaikanlah ilmu yang ada pada diri kita, selagi mana hayat dikandung badan.....teruskanlah berjuang menegakkan agama Allah...... ..takbir Allahuakbar...


Read more...

Pendeta Yahudi Bersyahadah

>> Friday, October 23, 2009

Awalnya, kedatangan Shimon, seorang Rabbi Yahudi di Islamic Forum membuat curiga. Siapa sangka, Shimon justeru tertarik Islam dan mengucapkan syahadah.

M. Syamsi Ali

Seminggu menjelang Ramadan lalu, kelas the Islamic Forum nampak lebih ramai dari biasanya. Mungkin karena banyak di antara muallaf itu ingin lebih mendalami puasa, baik dari segi hukum-hukum yang terkait maupun makna-makna hakikat dari puasa itu. Hampir semuanya wajah lama atau murid-murid lama, baik muallaf maupun non Muslims, yang telah mengikuti diskusi Islam di forum tersebut lebih dari 3 bulan. Tapi nampak juga beberapa wajah yang belum aku kenali sama sekali.

Salah satu wajah baru itu adalah seorang pria putih dengan janggut pendek yang terurus rapih. Duduk di pinggiran ruangan, dan nampak memperhatikan dengan seksama tapi terlihat cuwek. Aku sangka bahwa orang ini adalah seorang Muslim karena wajahnya mengekspresikan persetujuan dengan setiap poin yang kusebutkan siang itu. Tapi, nampak dingin dan sepertinya tidak nampak bahwa dia tertarik dengan penjelasan saya itu.

Saya memang memulai penjelasan saya dengan sejarah puasa kaum-kaum terdahulu. Merujuk pada kata-kata “kamaa kutiba ‘alalladzina min qablikum” (sebagaimana telah diwajibkan atas kaum-kaum sebelum kamu), saya kemudian merujuk kepada beberapa fakta sejarah puasa umat-umat terdahulu, termasuk kaum yahudi. Di saat saya intens menjelaskan ayat ini, tiba-tiba dia tersenyum dan mengangkat tangan.

“Yes Brother!” sapa saya. “Can I say something?” tanyanya. Tentu dengan senang saya menyetujuinya. Dia kemudian meminta maaf karena tiba-tiba masuk ke kelas ini tanpa permisi. “I feel I did some thing impolite”, katanya. “Oh no, this forum is open for every person, and doesn’t require any registration. You are in the right place on the right time”, jawabku.

“What did you want to say Brother? But let me ask you first, what is your name?”, tanyaku. “Sorry, I am Shimon!”, jawabnya.

Dia kemudian menjelaskan puasa dari perspektif Yahudi. Dengan sangat lancar dan seolah berceramah dia bersungguh-sungguh menjelaskan sejarah dan makna puasa dari pandangan ajaran Yahudi. Mendengarkan penjelasan itu, hampir semua yang hadir terkejut. Melihat situasi itu, sayapun bertanya: “Sorry Brother, are you a Muslim or not? And why do you know a lot about Judaism?”.

Sedikit gugup dia kemudian mengatakan: “Imam, actually I am a Rabbi. I was ordained Rabbi two years ago”. Mendengarkan penjelasannya itu rupanya membuat banyak peserta ternganga. Baru pertama kali kelas the Forum for non Muslims ini ditangani seorang Rabbi (pendeta Yahudi). Apalagi dalam penjelasannya tentang puasa itu seperti mendakwahkan ajarannya. Sehingga wajar kalau ada yang curiga kalau-kalau dia datang untuk sebuah misi.

Saya kemudian menyapah dengan ramah dan mengatakan: “Welcome to our class sir!”. Tapi untuk menenangkan para peserta saya menyampaikan kepadanya bahwa saya sudah seringkali terlibat dialog dengan pendeta-pendeta Yahudi, seraya menyebutkan beberapa Rabbi senior di kota New York . Mendengarkan nama-nama itu, rupanya cukup mengagetkan bagi dia. “All those are very respectful Rabbis!” katanya. “Yes, I am fortunate to have known them and be known by them!” kataku.

Saya kemudian menyampaikan terima kasih atas penjelasan-penjelas annya mengenai puasa di agama Yahudi. “It’s almost similar to ours. The only thing that you guys keep changing it throughout the history”. Mendengar itu, nampaknya dia setuju dan hanya mengangguk.

Saya kemudian melanjutkan penjelasan saya mengenai hukum-hukum puasa. Murid-murid muallaf, dan bahkan non Muslim yang hadir hari itu memang ingin tahu bagaimana menjalankan ibadah puasa. Tanpa terasa, penjelasan mengenai puasa itu memakan waktu lebih 2 jam. Akhirnya tiba sesi tanya jawab.

Rupanya tidak terlalu banyak hal yang ditanyakan oleh peserta dan waktu masih ada sekitar 45 minit. Maka kesempatan itu saya pergunakan untuk menjelaskan agama dan umat Yahudi dalam perspektif Al-Quran dan sejarah. Bahawa memang Al-Quran menyinggung secara gamblang sikap orang-orang Yahudi terdahulu, mulai sejak nabi Ya’kub hingga nabi-nabi kaum Israil lainnya, termasuk umat nabi Musa A.S.

Sejarah pergolatan politik, agama, kultur dan budaya antara kaum Muslimin dan kaum Yahudi di Madinah, termasuk bagaimana awal terbentuknya Piagam Madinah. Saya kemudian menjelaskan bagaimana toleransi Rasulullah S.A.W di Madinah dengan fakta-fakta sejarah yang akurat. Bagaimana Umar bin Khattab memberikan keluasan bagi kaum Yahudi untuk kembali menetap di Jerusalem setelah diusir oleh kaum Kristen. Bagaiman penguasa Islam di Spanyol memberikan “kesamaan” (equality) kepada seluruh rakyatnya, termasuk kaum Yahudi. Bahkan bagaimana penguasa kaum Muslim di bawah Khilafah Utsmaniyah menerima pelarian Yahudi dari pengusiran dan “inquisasi Spanyol” kaum Kristen di Spanyol.

Penjelasan-penjelas an saya itu rupanya tidak bisa diingkari oleh Shimon. Rupanya mereka juga tahu fakta-fakta sejarah itu. Bahkan sebenarnya kebanyakan buku-buku sejarah toleransi Islam kepada umat Yahudi itu justeru ditulis oleh mereka yang non Muslim dan bahkan mereka yang beragama Yahudi sendiri. Saya bahkan mengutip pernyataan Kofi Annan, mantan PBB, dalam sebuah acara interfaith di PBB tahun lalu.

Tanpa terasa 30 menit berlalu. Di akhir-akhir pertemuan itu, tiba-tiba Shimon sekali lagi dengan tatapan mata yang nampak acuh, mengangkat tangan. “Yes Brother, any comment?”, pancingku. “Yes, I think what you just said, for us Jews, are well known”, katanya. Dia kemudian berbicara panjang lebar mengenai upaya penyembunyian fakta-fakta sejarah itu. Dan pada akhirnya dia mengakui bahwa bagi mereka yang murni masih mengikuti ajaran Yahudi seharusnya percaya kepada risalah terakhir dan nabinya.

Saya kemudian memotong pembicaraan Shimom, seraya bercanda: “If so, do you consider yourself a genuine Jew or not”. Dia sepertinya tertawa, tapi nampaknya karena kepribadian dia yang memang kurang tersenyum dan nampak seperti cuwek, dia menjawab: “To be honest with you, I believe that this is the religion of Moses”. He came with the same mission that Mohamed brought around 15 centuries ago”, tegasnya.

Tanpa menyia-nyiakan kesempatan itu, saya tanya lagi: “So you believe that Mohammed is a messenger and prophet of God and his teaching is the true teaching of God?”, tanya saya. Dengan tenang dia menjawab: “I am sure about that. But I really don’t know what to do”.

“Brother Shimon”, basically you are a Muslim. What you need to do is simply you need to formalize your faith with the presence of witnesses”, jelasku.




Mendengarkan itu, dia nampak tersenyum tapi melihat raut wajahnya dia sepertinya cuwek. Tapi karena sejak awal memang demikian, saya yakin bahwa cuwek itu bukan berarti tidak serius, tapi memang itulah kepribadiannya. Tiba-tiba dia bertanya: “And how to do that?”. Saya menengok pada peserta lainnya yang juga ikut senang mendengarkan percakapan itu, lalu menjawab: “Brother, it’s very easy. What you need to do right know is that you must confess that there is no god worthy of worship but Allah, and that Muhammad is His Prophet and Messenger. Are you ready?” tanyaku.

Setelah dengan mantap menjawab “yes”, saya kemudian mengatakan kepada peserta lainnya yang hampir semuanya muallaf, “be witnesses for Allah!”. Maka, dengan suaranya yang lantang, Rabbi Shimon resmi mengucapkan “Syahadaaten”, diikuti kemudian oleh pekikan takbir para peserta Forum Islam yang kebanyakan wanita itu. Dan Ramadan kemarin adalah awal Ramadan baginya dengan puasa penuh secara Islam.


Kemarin siang, Sabtu 27 Oktober, setelah kelas selesai, Shimon mendekati dan berbisik: “I don’t know if this is an appropriate question to ask”, katanya. “What is that?”, tanyaku. “Who was that lady sitting to your right side, and is she married?”, tanyanya. “Why is the question?” tanyaku lagi. “I think it is the time for me to be serious in my life. I need a wife”, katanya serius.

“Ok Brother Shimon. I really forgot whom that you are talking about. But let me know next week”, jawabku. “Sorry Imam if that is considered inappropriate to ask”. “Oh not at all. It is in fact an important thing to ask. And believe me, it is also my responsibility to help you in this regard. We will talk next Saturday about it”, kataku sambil meninggalkan kelas.

Alhamdulillah, semoga mantan pendeta Yahudi ini dikuatkan dan dan dijadikan da’I yang tangguh bagi kebenaran di masa depan. Amin!
New York , 29 Oktober 2007

* Penulis adalah imam Masjid Islamic Cultural Center of New York. Syamsi adalah penulis rubrik "Kabar Dari New York" di www.hidayatullah.com


Read more...

Muhasabah Diri Pada Ilahi

>> Thursday, October 22, 2009



Beberapa hari yang lalu, diri ku ada menerima puisi daripada seorang kawan lama, Puisi itu mengingatkanku akan tentang kebesaran Allah swt. Tentang takdir. Tentang janjinya. Begitulah cantik dan indah bahasa, namun puisi itu hilang dalam pandangan mata kedua kali bila kita ingin menjenguknya.

Begitulah takdirnya, Itulah hakikat yang terkadang kita harus menerima dengan hati yang terbuka. Datangnya bahagia sepantas kilat dan hilangnya juga tidak mampu dihalang..


Kehilangan bukan sesuatu yang asing dalam kehidupan kita di bumi Allah swt ini. Ia sesuatu yang menyakitkan. Menghibakan jiwa dan meninggalkan banyak kenangan yang sukar dipadamkan dalam naluri manusia. Tiada yang lain, kesabaranlah ubatnya, Ada banyak yang pelik dan terbaliknya hidup ini.


Di mana kita lebih bisa meraba kesulitan dari meraba kemudahan. Kesilapan kita adalah kita selalu melihat hidup ini dari sudut penderitaan, masalah beban jiwa yang berat, cita-cita yang tidak kesampaian dan kehilangan yang tidak kembali lantas kita curah dan tuangkan airmata sebanyak-banyaknya untuk memprotes kesengsaraan itu.

Tapi jarang kita menoleh ke belakang melihat kesenangan, kelapangan, kemudahan yang lebih banyak kita terima dari penderitaan.


Renungkan kembali! apakah tidak pernah Allah swt berikan kita kesenangan? Bandingkan dengan kesulitan yang kita hadapi sekarang? Nilailah! Baru kita tersedar dan ternyata kemudahan keluasan dan kesenangan berlipat kali ganda dengan hanya kesusahan yang sedikit yang Allah ujikan pada kita.


Saya menulis untuk diri saya, dan mungkin juga untuk insan-insan yang lain, yang mengalami apa yang saya alami..Ya Allah s.w.t, berikanlah ku ketabahan dan kesabaran dalam menempuh liku-liku hidup di bumi-Mu ini..Aku merayu pada-Mu YA Allah..


Kesulitan sebenarnya tidak berdiri dengan sendiri, kerana Allah berfirman..

"Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan... sesungguhanya bersama kesulitan ada kemudahan ". (Al~ Insyirah Ayat 5-6)


Rasulullah SAW bersabda:

عَنْ شَدَّادِ بْنِ أَوْسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وِآلهِ وَسَلَّمَ : "اَلْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ وَالْعَاجِزُ مَنْ أَتْبَعَ نَفْسَهُ هَوَاهَا وَتَمَنَّى عَلَى اللهِ اْلأَمَانِيَّ".


Syaddad bin Aus RA berkata, Rasulullah SAW bersabda : "Orang yang cerdas adalah yang menghisab dirinya serta beramal untuk kehidupan sesudah kematian. Sedangkan orang yang lemah adalah yang dirinya mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan terhadap Allah SWT. (HR. Tirmidzi, ia berkata : "Hadits ini adalah hadits hasan".)


Bersyukurlah kita tanpa putus dengan apa yang ada. semua yang kita alami semuanya di bawah naungan Allah swt. Naungan CintaNya. Memuanya. Seluruhnya.


Putaran hidup kita juga begitu! seperti manusia lain. Bezanya hidup mereka amat sempit sekali. Mereka terikat dengan hukum dan akhlaq. Memang Dunia ini penjara bagi orang mukmin. Penjara bagi kita. Penjara yang tiada palang besi.


Hanya penjara jiwa dan hati. Penjara yang menghalang kita dari bergerak bebas sebebasnya mengikut kemahuannya. Itulah kita. Bergerak mengikut manzilah sunnah dan arahanNya. Tiada kebebasan mutlak ….. inilah bezanya.



Apa lagi yang ada? Hanya syukur diulang-ulang dalam hidupnya. Dan sabar adalah penyejuk hatinya. Kesabaran tak semestinya harus menanti. Kesabaran juga terkadang harus pergi meninggalkan penantian yang tiada hujung.


Memang berat tapi itulah kesabaran yang hakiki untuk mengelakan dari janji yang tak berpenghuni dan satu teori yang tak bertepi. Kerana itu dia selalu menanggis. Matanya adalah syifa’. Selalu mengubat hati yang diruntun ujian.


Semakin tinggi dan menggunung imannya semakin ia diruntun ujian untuk membenarkan kata dan perjuangannya. Muhammad Ahmad Arrasyid berkata:

" Semakin tinggi nilai sesuatu, semakin mahal pula harganya. Bila ingin mencapai syurga di akhirat, maka seseorang harus berada pada posisi tertinggi di dunia"

Maimun bin Mihran r.a. mengatakan:

" Seorang hamba tidak dikatakan bertakwa hingga ia menghisab dirinya sebagaimana dihisab pengikutnya dari mana makanan dan pakaiannya",

Umar r.a. juga pernah berkata:

" Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab, dan berhiaslah (bersiaplah) kalian untuk hari aradh akbar (yaumul hisab). Dan bahwasanya hisab itu akan menjadi ringan pada hari kiamat bagi orang yang menghisab dirinya di dunia".


Aku teruja menatapi apa yang dikatakan oleh Mustafa AsSiba’i:

" Kunjungilah penjara sehari dalam hidupmu agar engkau tahu apa kenikmatan yang Allah berikan kepadamu berupa kebebasan.

Kunjungilah pengadilan satu kali dalam satu tahun agar engkau tahu apa kemurahan Allah padamu kerana engkau memiliki kebaikan akhlak.

Kunjungi rumah sakit satu kali dalam sebulan, agar engkau tahu bagaimana kenikmatan Allah padamu yang mempunyai kesihatan.

Kunjungi kebun dan pepohonan satu kali dalam seminggu agar engkau tahu apa kenikmatan Allah berikan atas dirimu dari keindahan alam.

Kunjungi Tuhanmu setiap waktu agar engkau tahu bagaimana kemurahannya kepadamu kerana telah memberi kamu hidup dengan berbagai kenikmatan yang tidak terhitung..
"


Semoga sahabat-sahabat saya mendapat sedikit menafaat di atas tulisan saya yang tidak seberapa ini..

Read more...

Seloka.....

" Allah besumpah demi waktu dhuha dan demi
malam apabila telah sunyi,
Sesungguhnya Allah tidak pernah
meninggalkan dan membenci hamba-Nya,
Kelak, Allah akan memberikan kurnian-Nya dan
hatimu pasti akan melindungimu,
Dulu kau dalam keadaan bingun lalu Allah
melindungimu,
Dulu kau dalam keadaan buntu lalu Allah
memberi petunjuk,
Dan dia mendapatimu dalam serba
kekurangan lalu Dia mencukupkan.."

Al-quran sentiasa diHati

Bacalah al-quran , penawar segala penyakit... Yang membawa kita kepada kehidupan para sahabat yg sentiasa dekat dengan quran... Penerang hati untuk kita sebagai umat islam... Pendokong untuk agama.. hujah keatas kaum kufar....
same2 lah kita mencari nur kehidupan dengan membaca quran...Amin.....

~Moga kasihkan kekal tersemai dibatas iman~

" Hiasilah dirimu dengan kebijaksanaan Aishah, Kekudusan cinta Rabiah, Ketulusan kasih sayang Khadijah, Kepewiraan Khaulah As-Syahidah.."

  © Hakciptaan Terpelihara The Professional Template by @ibnurusdeiy 2009

Back to TOP